Tampilkan postingan dengan label Galeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2013

Penderita kanker prostat wajib konsumsi lemak nabati

Pria yang mengidap kanker prostat secara signifikan dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup mereka. Caranya dengan menambahkan lemak nabati yang sehat ke dalam diet yang mereka jalani.

Dengan mengganti lemak hewani ke lemak nabati yang sehat, seperti minyak zaitun, kanola, kacang-kacangan, biji-bijian dan alpukat, pria yang memiliki kanker prostat diyakini dapat mengurangi  insulin dan peradangan.

"Konsumsi minyak sehat dan kacang, mampu meningkatkan antioksidan plasma dan mengurangi insulin dan peradangan, yang dapat mencegah perkembangan kanker prostat," kata pemimpin penulis dari University of California, San Francisco , Erin Richman, seperti dilansir laman Lifestyle.Iafrica.

Studi ini mengkaji asupan lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda serta lemak dari hewani dan nabati.

Data berasal dari Health Professionals Follow-up  yang dimulai pada tahun 1986. Penelitian asupan lemak melibatkan 4,577 pria yang telah didiagnosis dengan kanker prostat non-metastatik antara tahun 1986 dan 2010. Selama jangka waktu penelitian, 1.064 orang meninggal, terutama akibat penyakit kardiovaskuler (31 persen), kanker prostat (21 persen) dan kanker lainnya (hampir 21 persen).

Para peneliti kemudian menemukan hal yang mencolok, pria yang mengganti 10 persen dari total kalori harian mereka, dari karbohidrat dengan lemak nabati yang sehat, memiliki resiko lebih kecil terkena kanker prostat sebesar 29 persen dan memiliki resiko kematian lebih rendah sebesar 26 persen.

"Secara keseluruhan, temuan kami mendukung pria yang memiliki kanker prostat untuk mengikuti diet jantung sehat, di mana kalori karbohidrat diganti dengan minyak tak jenuh dan kacang-kacangan untuk mengurangi semua resiko penyebab kematian," pungkasnya

Sumber: jpnn

Jumat, 04 Oktober 2013

Berkat K-Muricata Mioma Tidak jadi Operasi

Berkat K-Muricata Mioma Tidak jadi Operasi, Awalnya haid saya tidak lancar, sering sakit perut saat haid dan sakit jika berhubungan dengan suami. Setelah ke dokter dan di-USG ternyata ada mioma pada dinding kandungan/rahim saya yang sudah cukup besar dengan diameter 15 Cm. Dokter sudah dirujuk untuk dioperasi keesokan harinya, saya kaget dan sangat stres karena harus dioperasi.

Karena takut dioperasi, saya berusaha mencari pengobatan alternatif, apa saja yang disarankan saudara, teman, tetangga, saya ikutin, saya konsumsi berbagai macam obat dan herbal, tapi hasilnya sangat tidak maksimal bahkan mioma saya semakin membesar hingga 2 x lipat berdiameter sekitar 32 Cm (sudah seperti hamil 4 bulan). Saya ke dokter lagi tetapi dokterpun sudah tidak berani lagi untuk melakukan oprasi karena sudah terlalu besar, kata dokter jadi harus dikecilkan dahulu dengan cara disuntik dan konsumsi obat-obatan sesuai resep yg diberikan.

Saat perjalanan saya untuk menebus resep dokter,saya berjumpa dengan teman saya dan menyarankan untuk mencoba konsumsi K-Muricata.  Ia menyarankan untuk minum 3 x 1 sachet/hari (saya tidak jadi minum obat dokter selama minum K-Muricata) baru saja seminggu saya minum  K-Muricata badan saya terasa segar sekali dan haid menjadi lancar serta hubungan dengan suamipun lebih intim lagi karena sudah tidak sakit lagi dan perut saya sudah mengecil.

Saya kembali lagi ke dokter yang sebelumnya menangani saya, saya di-USG lagi ternyata miom saya sudah mengecil menjadi sekitar 13 Cm dokterpun heran dan kaget,” wah obat yang saya berikan kerjanya sangat cepat juga yah,” kata dokter pada saya, dan sayapun langsung bilang terus terang maaf dokter obat yang dokter kasih tidak saya minum sama sekali tetapi saya konsumsi K-Muricata. Dokterpun sarankan, ya sudah teruskan saja herbal yang ibu minum.

Sampai sekarang saya terus konsumsi K-Muricata (sudah hampir 3 bulan) miom saya sudah tidak ada lagi, tetapi saya terus konsumsi K-Muricata agar akar miom atau kista mati total dan tidak akan pernah tumbuh lagi.

 

Melani, 43 th, Blitar, Jawa Timur